Sabtu, 22 Mei 2010

GORESAN HATI

Hari demi hari ku lewati tanpa ada seorang special bagiku

Sebenarnya aku tak ingin seperti ini

namun apa daya memang aku harus menjalani ini semua

Aku berharap suatu nanti ketika aku menyayangi dan mencintai seseorang

Seseorang tersebut membalas rasa ku itu

Tuhan aku tak ingin kejadian-kejadian ketika aku menyayangi orang, orang tersebut membagikan sayangnya kepada wanita lain

Dan yang awalnya aku sayang dan cinta kepada dia, berubah menjadi luka di hatiku, itu semua terjadi kembali

Aku ingin menangis namun aku tidak mau airmata ku terbuang, karena luka kecil dihatiku

Aku ingin menahan airmata ini agar tidak jatuh, tapi jatuh begitu saja di pipiku

Aku percaya Tuhan suatu saat nanti ada orang yang sungguh- sungguh sayang, cinta kepadaku dan menerimaku apa adanya

Aku berharap ini bukan sekedar puisi, mimpi atau khayalan namun bisa menjadi kenyataan

Sehingga aku bisa hidup bahagia dengan pasanganku kelak

Jakarta, 29 Januari 2010

Karya : Dewi Debora

This Feel

This feel which can understand you and me
This feel which we can date at now
This feel is impossible lie
Who can lie are us
This feel always we want together, but
Do we always want together?

PENGERTIAN DASAR ADAT BATAK

I. PENDAHULUAN

Secara definisi Lothar Schreiner mengatakan adat berarti suatu sikap (tingkah laku), kebiasaan dan kelaziman yang sesuai dengan norma yang diturun-alihkan, karena terjadi berulang-ulang, mendapat sifat sebagai “sudah ada”. Paul B. Pederson mengemukakan bahwa adat membimbing orang perorangan dan masyarakat dan menjaga refleksi mikrokosmos dari tata tertib makrokosmos.

Maria Bons-Strom (Psikolog) pernah mempertanyakan apa yang mempengaruhi pemuda-pemudi sekarang, sehingga sikap mereka berbeda dari sikap pemuda-pemudi dulu? Jawaban ia adalah “ kuasa adat-istiadat semakin lama semakin kurang mentukan.” Pada kesempatan kali ini kita tidak ingin membahas pertanyaan Maria, namun kita akan berkenalan dengan Adat Batak meskipun membicarakan secara ringkas dan melihat Peranan Adat Dalam Tata Hidup Batak sehingga disebut kehidupan yang “maradat”. Dalam bagian terakhir kita akan mencoba melihat bagaimana kita Hidup Maradat dalm kehidupan sekarang dan masa yang akan dating

II. PEMAHAMAN KONSEPTUAL ADAT BATAK

Adat Batak adalah rangkaian peraturan dan hukum tidak tertulis yang mengatur segala aspek kehidupan orang perorangan, keluarga, kelompok-kelompok masyarakat serta masyarakat Batak secara keseluruhan.

Pertumbuhan dan perkembangan kehidupan perorang harus berjalan dalam tatanan adat, ikatan keluarga harus dilaksanakan dan dikukuhkan dalam ketentuan adat sehingga harus dilewati melalui suatu upacara ritual adat.

Setiap permasalahan yang timbul antar anggota masyarakat di anggap sebagai gangguan keseimbangan kehidupan makrokosmos, sehingga harus segera diatasi dengan upacara ritual adat.

Ungkapan “ Adat do ugari, sinihathon ni mulajadi; siradotan manipat ari, siulaon di siulubalangari” artinya Adat adalah hokum dan aturan yang harus dipelihara sepanjang hari dan dilaksanakan sepanjang hidup. Adat juga mengatur tata cara pemujaan, penyembahan para dewata dan roh nenek moyang yang akan menjaga, memelihara ketenangan dan kesenangan para dewata dan roh-roh tersebut sehingga kekuatan-kekuatan mistis tidak menggangu kehidupan manusia.

III. KANDUNGAN SPIRITUAL ADAT BATAK

Sebagaimana di sebutkan diatas, adat Batak adalah hokum dan peraturan yang di wahyukan oleh dewata tertinggi, yaitu Mulajadi Nabolon, kepada nenek moyang. Orang Batak yang kemudian mengamanatkannya untuk dipelihara dan dilaksanakan keturunannya sepanjang masa.

Semua jenis upacara , baik kecil maupun besar, baik upacara sukacita maupun upacara dukacita, tata cara telah diatur sedemikian rupa. Segala material, peralatan serta sarana yang digunakan untuk ritual itu harus bersih dari roh jahat atau yang mengandung “tondi” atau kekuatan misitis.

Adat Batak sangat erat dengan kandungan spritualitas yang berhubungan dengan kepercayaan lama atau religi lama orang Batak. Sehingga kehidupan orang Batak disebut sebagai kehidupan yang religious bahkan amat religious. Religiositas inilah yang diperkirakan justru menjadi pintu masuk religi baru yaitu keKristenan secara mudah masuk ke Bangsa Batak. Religiositas orang batak merupakan persiapan penerimaan Injil Kristus yang akan dating di kemudian hari (preparation evangelica).

IV. DALIHAN NATOLU DAN PERILAKU ORANG BATAK

Sejak kecil orang batak diperkenalkan dan diajari untuk berhubungan seluruh kerabat sekampungnya (haha-anggi, bapa uda, bapa tua, ompung, dsb) yang merupakan kelompok dongan tubunya. Demikian juga halnya terhadap amangboru/ namboru, ito/lae dengan kerabatnya yang merupakan kelompok boru, serta terhadap tulang dengan seluruh kerbatnya, yang merupakan kelompok hula-hula.

Dalam pergaulan sehari-hari, contohnya seperti saya juga belajar tentang tata-krama berkomunikasi dengan kelompok-kelompok kerabat tersebut. Sehingga saya menjadi seorang dewasa telah mampu menilai tata hidup yang saya jalankan bersama dengan seluruh anggota masyarakat , secara tidak sadar tertanam tumbuh dengan baik di dalam jiwanya sebuah tata-krama kehidupan Dalihan Natolu.

Dari gambaran tersebut dapat kita lihat bahwa ketiga fungsi social Dalihan Natolu, yaitu fungsi-fungsi dongantubu, boru, hula-hula serta tata-krama pergaulan, pada dasarnya adalah tertanam dan bertumbuh didalam diri setiap orang, dan dalam pergaulan hidup sehari-hari setiap orang harus selalu menyadari fungsi sosialnya yang tepat dalam berhadapan dengan setiap orang lain.

REFERENSI BACAAN

1. Harry Parkin: BATAK FRUIT OF HINDU THOUGHT, Madras, India: The Cristian Literature Society, 1978.

2. W. Hutagalung: ADAT TARINGOT TU RUHUT-RUHUT NI PARDONGAN SARIPEON DI HALAK BATAK. Jakarta: N.V. Pusaka, 1963.

3. J.C. Vergouwen: MASYARAKAT DAN ADAT HUKUM BATAK TOBA, Jakarta: Pustaka Azet, 1985.

4. Ph. O.L. Tobing: THE STRUCTURE OF THE TOBA-BATAK BELIEF IN THE HIGH GOD, Makasar: South and South- East Celebes Institute for Culture, 1963.

5. T.M. Sihombing: FILSAFAT BATAK , Jakarta: Balai Pustaka, 1986.

6. Makalah seminar “ Injil dan Adat Batak” parheheon NHKBP Kr. Jati, Jakarta 2008.

MANAJEMEN

A. Pengertian
Manajemen adalah Ilmu dan seni bagaimana kita menyusun Perencanaan, Organizing, Actuating dan Kepentingan, Controlly.
 Perencanaan
Mengandung arti manager lebih dulu memikirkan dengan saksama sasaran dan tindakan berdasarkan metode Rencana / logika dan bukan berdasarkan perasaan.
 Organizing
Adalah Proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaa, wewenang dan sumber daya ke sejumlah organisasi sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.
 Actuating
Kegiatan yang meliputi Pengarahan, Mempengaruhi dan Memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas- tugas yang penting.
 Controlly
Proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang di rencanakan melibatkan melemen, menetapkan standar prestasi kerja, mengukur prestasi kerja saat ini, membandingkan Prestasi kerja dengan standarnya, mengambil korektif bila terjadi penyimpangan.
B. Teori Manajemen
a. Manajemen Klasik
1. Robert Owen
Mencurahkan perhatiannya pada penggunaan factor produksi mesin dan factor produksi tenaga kerja.
2. Charles Babbage
Menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip- prinsip manajemen.

b. Manajemen Ilmiah
Mengemukakan 4 prinsip Scientific Manajemen dasar untuk mencapai efisiensi, yaitu:
1. Pengembangan ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam pelaksanaan setiap pekerjaan
2. Seleksi ilmiah terhadap karyawan dengan menentukan tanggung jawab karyawan sesuai dengan kemampuannya
3. Pendidikan dan Pengembangan karyawan secara ilmiah
4. Kerja sama yang baik antara Manajemen dan karyawan.
PERENCANAAN
Merumuskan tindakan- tindakan untuk mencapai hasil yang di inginkan sesuai dengan maksud dan tujuan. Menurut George R. Terry “ Planning is the selectiry and relating of fact and the making and using assumption reqording the future in the visualition and formulation of proposed activities belived necessary to achive desired results”, maksudnya adalah :
1. Perencanaan harus di dasarkan pada data dan keterangan konkrit
2. Perencanaan adalah suatu pekerjaan mental yang memerlukan imajinasi dan kesangupan melihat ke masa yang akan datang
3. Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan- tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaraan usaha
 Maksud dan Kegunaan Perencanaan
1. Mendorong pimpinan dari Top Manajer sampai Manajer Lini untuk berfikir secara sistematis
2. Membantu pimpinan dalam melaksanakan koordinasi
3. Mendorong pemimpin untuk menampilkan Garis-garis Besar Haluan Organisasi demi tercapainya tujuan
4. Membantu Pelaksanaan, Pengawasan, terhadap perkembangan dari apa yang di rencanakan
5. Membantu pimpinan dalam menghadapi perkembangan di masa yang akan datang
6. Membantu terciptanya gambaran dan hubungan pertanggung jawaban dari masing-masing organisasi
 4 Langkah Dasar Perencanaan
1. Menetapkan atau Seperangkat Tujuan : Perncanaan pertama untuk harus menetapkan apa yang di butuhkan atau di inginkan oleh suatu organisasi sehingga sumber daya organisasi tidak terpancar dan dapat di gunakan secara efektif dan efisien
2. Mendefinisikan suatu informasi keadaan organisasi saat ini tentang berapa jauh organisasi dari sasaranya, kemudian sumber daya yang dimiliki data keuangan dan statistic harus dirumuskan sehingga langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan lancar.
3. Mengidentifikasikan hal- hal yang membantu dan menghambat tujuan : Dengan menganalisis factor- factor eksternal dan internal organisasi dapat diketahui factor-faktor yang membantu pencapaian tujuan dan yang menimbulkan masalah
4. Mengembangkan Rencana/ Perangkat Tindakan untuk mencapai tujuan: Melibatkan berbagai alternative arah tindakan untuk mencapai sasaran alternative yang ada dan memilih yang paling sesuai
 Langkah- langkah pokok dalam Perencanaan
1. Mengutarakan masalah dengan jelas
2. Berupaya memperoleh informasi secara lengkap yang berhubungan dengan berbagai kegiatan
3. Menganalisis dan mengklasifikasi informasi
4. Memantapkan Perencanaan, dan mempertimbangkan hambatan dengan berbagai kegiatan
5. Menentukan rencana- rencana alternative
6. Memilih rencana yang di ajukan
7. Mengatur urutan dan waktu rencana secara terperinci
8. Memeriksa rencana yang di ajukan tersebut

 Hambatan dalam Perencanaan
1. Para Perencana tidak cakap untuk melihat ke muka
2. Kewenangan dan kekuasaan tidak jelas sehingga pelaksanaan menjadi ragu- ragu
3. Anggaran yang di berikan tidak cukup untuk melaksanakan pekerjaan
4. Tidak ada bantuan moral dan support
 6 Tahap dalam penyusunan Strategi
1. Menentukan Visi, Misi dan Tanggung Jawab
2. Evaluasi Diri
3. Analisis Lingkungan Eksternal
4. Pembuatan Keputuasan Strategi
5. Implemantasi Strategi
6. Evalusi
ORGANISASI
Adalah penentuan struktur organisasi yang paling cocok dengan tujuan dan strageti organisasi, sumber daya yang dimiliki dan lingkungan.
 Prinsip Organisasi
1. Perumusan tujuan Organisasi dengan jelas
2. Pembagian Kerja
3. Kontinuitas dan Fleksibilitas
4. Delegasi wewenang dan Tanggung Jawab harus jelas dan seimbang tidak terlalu ketat namun harus juga memperhatikan adanya batas wewenang
5. Kesatuan Arah ( Unity Of Direction )
6. Kesatuan Komando ( Unity Of Command )
7. Rentangan Manajemen
8. Hierarki Organisasi
9. Koordinasi


 Langkah- langkah Pengorganisasian
1. Merinci seluruh pekerjaan yang harus di laksanakan untuk mencapai tujuan
2. Pembagian kerja ke dalam aktivitas- aktivitas yang secara logis dapat dilakukan seseorang atau sekelompok orang
3. Mengkelompokkan aktivitas- aktivitas yang sama secara logis menjadi departemen- departemen dan menyusun skema kerja sama antar departement
4. Menetapkan mekanisme/ aturan main untuk mengkoordinasi dalam kestuan yang harmonis
5. Membantu efektifitas organisasi dan mengambil langkah- langkah penyesuian untuk mempertahankan/ meningkatkan efektifitas.
DEPARTEMENTASI
Adalah tindakan mengkelompokkan kegiatan- kegiatan kerja suatu organisasi dengan tujuan kegiatan- kegiatan sejenis dan saling berhubungan dapat di kerjakan bersama.
A. Dasar- Dasar Untuk Pembentukan Departementasi
1. Berdasar pada Fungsi ; Pemasaran, Akuntansi, Produksi
2. Berdasar Produk/ Jasa ; Divisi mesin cuci, televisi, kulkas
3. Berdasar Wilayah ; Provinsi/ Regional
4. Berdasar Langganan ; Pedagang Eceran, Militer
5. Berdasar Proses/ Peralatan ; Pemotongan, Perakitan
6. Berdasar Waktu ; Shift 1/ shift 2
7. Berdasar Pelayanan ; Tiket Pesawat
8. Berdasar Alpha Numerical
9. Berdasar Proyek dan Matric
B. Macam- macam Bentuk Departementasi
1. Fungsional: Mengkelompokkan fungsi- fungsi yang sama pada kegiatan- kegiatan sejenis untuk membentuk satu kesatuan unit kerja
2. Divisional : Dapat di bentuk berdasarkan pengkelompokan produk wilayah
KEKUASAAN
Adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain dengan tujuan mengubah sikap/ tingkah laku individu/ kelompok dalam organisasi.
 Sumber Kekuasaan :
1. Kekuasaan Menghargai ( Reward Power )
Didasarkan pada kemampuan seseorang atau yang memberi pengaruh untuk melaksanakan perintah/ memenuhi persyaratan Prestasi kerja
2. Kekuasaan Memaksa (Coercive Power )
Didasarkan pada kemampuan seseorang yang mempengaruhi untuk menghukum orang di pengaruhi kalau tidak memenuhi syarat
3. Kekuasaan Sah/ Formal ( Lagitimite Power )
Kekuasaan ini ada kalau seorang karyawan yang di pengaruhi mengakui bahwa orang yang mempengaruhi memang berhak untuk menggunakan pengaruh dalam waktu tertentu
4. Kekuasaan Keahlian ( Erpect Power )
Didasarkan persepsi bahwa orang yang mempengaruhi mempunyai kehlian relevan/ pengtahuan yang khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi
5. Kekuasaan Rujukan ( Referent Power )
Dapat dimiliki oleh seseorang atau kelompok berdasarkan pada keinginan orang yang dipengaruhi untuk meniru orang yang dipengaruhi.
WEWENANG
Adalah Hak untuk melakukan sesuatu/ memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.
WEWENANG FORMAL Adalah Pandangan Manajemen Klasik yang menyatakan bahwa wewenang adalah sesuatu bersifat anugrah/ warisan yang bersifat turun temurun tidak perlu berjuang untuk mendapatkannya.
MANAJEMEN PRODUKSI
Upaya Pengelolahan manusia untuk menciptakan nilai tambah atas input yang berupa berbagai sumber daya/ yang sering disebut Faktor Produksi, seperti tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan mentah 5M ( Man, Money, Machine, Material, Method )dsb.
 5 Hal yang dipelajari di Manajemen Produksi :
1. Proses
2. Kapasitas
3. Persediaan
4. Tenaga Kerja
5. Kualitas
MANAJEMEN PEMASARAN
Proses Perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi, Distribusi barang & jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan/ organisasi.
 4 P Marketing Mix :
1. Product
Barang/ Jasa yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan nilai tambah demi padanya. Produk dibagi 2 yaitu Inti dan Ikutan.
2. Price
Pengganti nilai produk. Nilai produk bukan sekedar biayan produk tambah laba yang di inginkan, namun terkandung juga citra image dan gengsi yang terdapat pada produk
3. Promotion
Bagaimana Produk yang akan kita pasarkan itu di ketahui oleh konsumen
4. Place Distribution
Bagaimana Produk yang akan kita pasarkan itu sampai ke tangan pembeli atau konsumen
MANAJEMEN KEUANGAN
Semua aktifitas perusahaan untuk mendapatkan dana yang di butuhkan dan menggunakan dana seefisien mungkin
 3 Hal Yang Perlu di Perhatikan dalam Manajemen Keuangan :
1. Investement decision
2. Financial decision
3. Deviden decision
 3 Keterampilan Yang Harus di miliki Manajer
1. Keterampilan Konseptual
Adalah Kemampuan mental untuk mengkordinasi dan memadukan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi ini berarti kemampuan manajer untuk melihat organisasi secara keseluruhan
2. Keterampilan Kemanusiaan
Adalah Keterampilan untuk bekerja sama dengan manusia lain. Berarti manajer punya untuk memotivasi orang lain agar tercipta partisipasi bersama dalam pencapaian organisasi
3. Technical Skill
Adalah Kemampuan dalam menggunakan Prosedur, Tehnik Pengetahuan di bidang khusus sehingga pekerjaan dapat terlaksana
TEORI PENERIMAAN
Wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu di terima oleh kelompok/ individu kepada siapa wewenang tersebut di jalankan. Dalam hal ini seseorang akan bersedia menerima pengaruh yang bersifat wewenang hanya bila terpenuhi 4 kondisi, yaitu :
1. Dia dapat memahami kondisinya
2. Percaya bahwa tidak menyimpang dari tujuan organisasi
3. Dia yakin bahwa hal itu tidak bertentangan dengan kepentingan pribadinya sebagai suatu keseluruhan
4. Dia mampu secara mental dan fisik untuk mengikutinya
TANGGUNG JAWAB
Kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seseorang bawahan menerima wewenang manajer untuk mendelegasikan tuga atau fungsi tertentu. Istilah lain yang digunakan adalah akuntabilitas berkenaan dengan kenyataan bahwa bawahan akan selalu di minta pertanggung jawabannya atas pemenuhan tanggung jawab yang di limpahkan kepadanya.
DELEGASI
Merupakan Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
 4 Kegiatan Delegasi :
1. Pendelegasi menetapkan dan memberikan tujuan kepada bawahan
2. Pendelegasi melimpahkan wewenang yang di perlukan untuk mencapai tujuan
3. Penerimaan delegasi baik Implisit/ Eksplisit menimbulkan kewajiban/ tanggung jawab
4. Pendelegasi menerima pertanggung jawaban bawahan untuk hasil- hasil yang di capai.

Jumat, 21 Mei 2010

SOSIOLOGI POLITIK

Pengertian

Sosiologi pada dasarnya memusatkan perhatiannya pada masyarakat dan individu, karena menurut sosiologi, masyarakat sebagai tempat interaksi tindakan-tindakan individu di mana tindakan tersebut dapat mempengaruhi masyarakat. Sedangkan politik berkaitan pelaksanaan kegiatan dan sistem politik untuk tercapainya tujuan bersama yang telah ditetapkan, dalam hal ini adanya penggunaan kekuasaan agar tujuan tersebut dapat terlaksana. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sosiologi politik dasarnya berhubungan dengan penggunaan kekuasaan dan wewenang dalam pelaksanaan kegiatan sistem politik, yang banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial budaya.

Faktor-faktor Berpengaruh Terhadap Sikap Perilaku Politik Individu:

1. Keluarga

Peranan kehidupan keluarga dalam mendorong partisipasi politik seseorang cukup signifikan. Setidaknya dalam keluarga yang memiliki minat politik yang tinggi, cenderung homogen dalam pilihan politik, ditambah dengan tingkat kohesi keluarganya yang cukup tinggi, kecenderungan seorang anak untuk berpartisipasi dalam politik sebagaimana kehidupan politik keluargannya relatif tinggi.

Aspek-aspek kehidupan keluarga yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi partisipasi politik seorang anak, diantaranya karena:

a. Tingkat daya tarik keluarga bagi seorang anak

b. Tingkat kesamaan pilihan (preferensi) politik orang tua

c. Tingkat keutuhan (cohesiveness) keluarga

d. Tingkat minat orang tua terhadap politik

e. Proses sosialisasi politik keluarga


2. Agama dan Ekonomi

Selain keluarga faktor yang mempengaruhi perilaku politik individu adalah agama yang dianutnya. Dalam kenyataan pendidikan anak dalam keluarga antara lain mengajarkan tentang otoritas, yaitu otoritas orang tua. Otoritas ini merupakan perpaduan antara otoritas politik dan agama. Sementara organisasi keagamaan di luar rumah pada kenyataannya juga mensosialisasikan ajaran yang mengandung pendidikan politik. Dengan demikian agama yang memuat nilai-nilai dan ajaran-ajaran juga dapat mendorong individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik.

Selain itu secara ekonomi melalui partisipasi dalam serikat-serikat pekerja juga dapat mendorong individu untuk ikut serta dalam kegiatan politik. Organisasi pekerja merupakan ajang kampanye dan mobilisasi massa untuk dapat ikut berpolitik.

3. Stratifikasi serta Sistem Nilai dan Kepercayaan

Perbedaan kelas sosial dalam suatu masyarakat akan berpengaruh pada perbedaan keyakinan dan pola perilaku individu di berbagai bidang kehidupan, termasuk kehidupan politik. Perbedaan kelas akan tercermin pada praktik sosialisasi, aktivitas budaya, dan pengalaman sosialnya. Tingkat partisipasi individu dalam voting dilukiskan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, ras, jenis kelamin, umur, tempat tinggal, situasi, dan status individu tersebut.

Perilaku politik individu juga dipengaruhi oleh sistem nilai dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat dimana individu tersebut tinggal. Pada masyarakat Indonesia dijumpai sistem nilai dalam bermusyawarah. Sementara itu di Amerika Serikat sistem sekolah dianggap sebagai agen sosialisasi politik.

CEMBURU

Cemburu yang ku rasa saat ini
Aku cemburu saat kau dengan dia
Cemburu, kenapa aku harus cemburu?

Mengapa tidak rasa yang lain?
Kenapa kau harus memilih dia
Aku ingin cemburu ini hilang

Puisi Untukmu

Ketika kau berbicara, aku mendengar
Ketika aku menangis, kau menasehatiku
Ketika aku tertawa, kaupun tertawa

Tapi, kenapa waktuku sayang kamu
kamu menyayangi yang lain??
Mungkin kau bukan untuk ku, tapi puisi ini untukmu